Daftar Mal yang Sepi Kunjungan Bagai Kuburan, Diminta Tiru Sarinah Agar Tetap Hidup

Sejumlah pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta maupun di daerah lain mengalami sepi kunjungan atau bagai kuburan usai pandemi Covid 19 melanda Indonesia pada 2020. Meski saat ini pemerintah sudah mencabut status pandemi Covid 19, tetapi nyatanya kunjungan masyarakat ke mal tidak juga pulih untuk sebagian mal. Selain faktor pandemi, gaya hidup masyarakat yang beralih ke belanja online turut mendorong kunjungan ke mal makin sepi.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, saat ini kinerja mayoritas pusat perbelanjaan sudah hampir normal kembali, namun ada beberapa pusat perbelanjaan yang tingkat kunjungannya tidak meningkat ataupun bahkan memburuk. Menurutnya, jika ada pusat perbelanjaan yang mengalami penurunan tingkat kunjungan, maka tidak dapat disimpulkan bahwa industri usaha pusat perbelanjaan di Indonesia sedang mengalami masalah. Alphonzus meminta pusat perbelanjaan harus dapat menambahkan fungsi lain dari sekedar sebagai tempat berbelanja dengan melakukan inovasi.

Pimpin Upacara Peringatan Hari Ibu, Ini yang Disampaikan Kapolda Jambi Suasana Peringatan Hari Ibu di TK Mekar Jaya Sakti Pohuwato Hasil Survei Pilpres 2024 Terbaru Desember 2023 dan Elektabilitas Capres Cawapres 2024 Hari Ini

DAFTAR 6 Kepala Daerah di Sumut Terimbas Putusan MK, Masa Jabatan Diperpanjang hingga 2024 Halaman 3 Geger Mahasiswa UI Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Kondisi Sudah Membengkak Suami Baru Anne Ratna Mustika Tercatat Pegawai BUMN, Hati hati Jangan Sampai Ikut Kampanye Neng Anne

BREAKING NEWS: Anies Baswedan Diadukan ke Bareskrim Polri Buntut Gunakan Akronim %27Amin%27 Yakni fasilitas yang dapat mendukung beragam aktivitas sosial, dan memberikan pengalaman berbelanja yang lain daripada biasanya. Dengan demikian, pusat perbelanjaan tidak hanya sebagai tempat untuk membeli barang.

"Memang telah terjadi perubahan trend belanja masyarakat. (Pasca pandemi) yang pertama dicari masyarakat itu bukan belanja. Karena kalau belanja sejak sebelum Covid 19 sudah tergantikan dengan online," ucap Alphonzus. "Yang pertama dilakukan masyarakat atau dicari adalah berinteraksi sosial secara langsung," sambungnya. Berdasarkan catatan Alphonzus, cukup banyak pusat perbelanjaan yang tingkat kunjungannya tidak pulih pulih.

Menurutnya, hal ini tidak lain disebabkan oleh minimnya inovasi tempat atau fasilitas bagi konsumennya. Alphonzus memberikan contoh, salah satu mal yang sukses melakukan transformasi adalah Sarinah. Kini Sarinah tak pernah sepi dan dikunjungi banyak orang karena telah mengusung konsep baru.

Untuk itu, APPBI mendorong para pengelola pusat perbelanjaan untuk dapat mengikuti tren atau gaya hidup masyarakat. "Contoh pusat belanja yang sukses mereformasi adalah Sarinah. Sekarang Sarinah terkenal bukan hanya sebagai pusat belanja, tapi sebagai tempat interaksi sosial, ada live musik," paparnya. "Namun, tidak semua pengelola bisa re concept. Banyak ada beberapa kendala, seperti pembiayaan, kemampuan inovasi dan fasilitasnya. itu banyak faktor yang membuat mereka belum bisa melakukan re concept," pungkasnya.

Daftar Mal Sepi Pengunjung di Jakarta dan Medan: Terlihat pada akhir pekan tidak ada kepadatan pengunjung seperti mal lainnya di Ibu Kota. Sejak memasuki pintu masuk di basemen, hanya ada segelintir pengunjung yang terlihat sedang lalu lalang di dalam supermarket.

Naik satu lantai, situasi mal yang juga dikenal dengan nama Plangi ini semakin memprihatinkan. Toko toko banyak yang tutup, tak seperti pusat perbelanjaan pada umumnya. Sama halnya dengan di lantai dua. Tak banyak toko elektronik yang menawarkan dagangannya. Penjualnya juga rata rata hanya duduk memandang gawainya masing masing karena tak ada pengunjung yang dilayani. ITC Mangga Dua dulu pernah menjadi salah mal terfavorit bagi masyarakat di Ibu Kota untuk berbelanja.

Namun seiring berjalannya waktu, mal yang berada di daerah Pademangan ini kian sepi pengunjung. Salah seorang penjaga toko pakaian di ITC Mangga Dua, Ami, mengungkapkan, seiring berjalannya waktu, mal tersebut memang terbilang semakin sepi. Menurutnya, mungkin saat ini masyarakat lebih senang berbelanja secara online.

"Iya tambah sepi, kayaknya orang orang sekarang belinya pada online (e commerce)," ucapnya sambil menunggu pembeli. Mal Ratu Plaza yang berdekatan dengan Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Istora Mandiri, tidak membuat kunjungan ke mal tersebut menjadi ramai. Mal yang memiliki 5 lantai utama ini terlihat seperti bangunan kosong dengan mengandalkan pencahayaan lampu. Kondisi ini mulai nampak berlangsung sejak 2020 lalu.

Kunjungan masyarakat ke Mal Blok M tidak seramai dengan M Bloc, Blok M Square, dan Blok M Plaza. Tanpa pendingin ruangan, hanya segelintir pengunjung yang berjalan lalu lalang di sekitar tangga dekat pintu masuk. Di sekeliling mereka, kios kios tutup menjadi pemandangan ketika menyusuri Mal Blok M.

Tak sesekali terdengar keluhan pengunjung yang kepanasan karena tak ada pendinginan ruangan di lorong mal ini. Berjalan menyusuri lorong, di sisi kiri ada tangga turun menuju bursa mobil. Kendaraan roda empat berdiri berjejer, menunggu dipinang oleh calon pemiliknya. Di dekat tangga turun menuju tempat bursa mobil, ada dua akses yang ditutup pagar besi untuk menghalau pengunjung masuk ke area tersebut.

Pantauan di lokasi, tampaknya itu adalah akses ke kios kios lain yang tentunya sudah lama tutup. Area tersebut gelap, menjadi pertanda bahwa mal ini hanya tinggal menghitung hari usianya. Lokasi yang merupakan pusat produk elektronik kini telah sepi dari pengunjung dan seperti tinggal menunggu waktu untuk tutup. Mal Grand Paragon yang terletak di Jalan Gajah Mada, tepatnya di seberang Halte Transjakarta Mangga Besar. Saat ini terlihat sepi dari kunjungan masyarakat.

Terletak di pusat Kota Medan, Yuki Simpang Raya dulunya pernah menjadi mal favorit masyarakat Kota Medan. Pasalnya di mal ini terdapat wahana permainan anak anak yang seru, cocok dijadikan tempat rekreasi bersama keluarga. Mal yang pernah menjadi tempat wisata bagi anak muda ini, kini tampak sepi pengunjung.

Sangat berbeda sebelum adanya pandemi Covid 19. Mal yang dulunya terkenal dengan bioskop dan rumah hantunya, kini terlihat kosong dan sepi, tidak ada lagi gerai yang terbuka di dalam Mall ini. Paladium Mall hanya menyediakan wahana rumah hantu yang sempat populer di jamannya.

Hermes Place terletak di Jalan Mongonsidi No.45, Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Tampak dari depan, mal ini seperti tidak berfungsi lagi atau sudah tutup permanen. Padahal Mal ini masih menyediakan bioskop yang terletak di lantai dua.

Sejumlah fasilitas di mal ini juga terlihat rusak dan terbengkalai seperti eskalator, bangunannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *