Gencarkan Hilirisasi, Presiden Jokowi Tidak Ingin Indonesia Jadi Bangsa Pemalas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan strategi pertama untuk menuju Indonesia masuk ke dalam lima negara dengan kekuatan ekonomi besar di dunia. Hal itu disampaikan Jokowi dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI DPD RI Tahun 2023 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (16/8/2023). "Sehingga strategi pertama untuk memanfaatkan kesempatan ini adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia," kata Jokowi.

Pemerintah kata Jokowi telah berhasil menurunkan angka stunting menjadi 21,6 persen di 2022. Selain itu juga berhasil menaikkan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 72,9 di tahun yang sama. "Menaikkan Indeks Pemberdayaan Gender menjadi 76,5 di tahun 2022," katanya.

Eva Manurung Marah Saat Liburan ke Thailand, Jordan Ali: Besok Kita Sambung ke Bali Gencarkan Hilirisasi, Presiden Jokowi Tidak Ingin Indonesia Jadi Bangsa Pemalas Tanggapan Inara Rusli Soal Liburan Eva Manurung dan Jordan Ali ke Thailand

DAFTAR 6 Kepala Daerah di Sumut Terimbas Putusan MK, Masa Jabatan Diperpanjang hingga 2024 Halaman 3 Jordan Ali Janjikan Liburan ke Bali Akibat Eva Manurung Ngambek dari Thailand Berani Lawan WTO, Legislator Nilai Presiden Jokowi Percaya Bahlil Jadi Benteng Hilirisasi Indonesia

BREAKING NEWS: Anies Baswedan Diadukan ke Bareskrim Polri Buntut Gunakan Akronim %27Amin%27 Dalam membangun SDM, pemerintah telah menyiapkan anggaran perlindungan sosial yang cukup besar. Apabila ditotal dari tahun 2015 2023, anggaran perlindungan sosial mencapai Rp 3.212 triliun. "Termasuk di dalamnya Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, KIP Kuliah, PKH, Kartu Sembako serta perlindungan kepada lansia, penyandang disabilitas dan kelompok kelompok rentan lainnya, serta re skilling dan up skilling tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja dan Program Kartu Pra Kerja," katanya.

Setelah SDM yang dibangun siap, pemerintah terus berupaya membuka lapangan kerja seluas luasnya. Di antaranya dengan mengembangkan sektor ekonomi baru. "Di sinilah peran sektor ekonomi hijau dan hilirisasi sebagai window opportunity kita untuk meraih kemajuan, karena Indonesia sangat kaya sumber daya alam termasuk bahan mineral, hasil perkebunan, hasil kelautan, serta sumber energi baru dan terbarukan," katanya. Presiden Jokowi mengatakan sumber daya alam yang melimpah tidaklah cukup untuk membawa Indonesia menjadi negara besar.

Kekayaan SDA harus dibarengi dengan kemampuan mengolahnya sehingga memberikan nilai tambah yang tinggi untuk kesejahteraan rakyat. Apabila tidak, maka Indonesia akan menjadi bangsa pemalas karena terlalu dimanjakan dengan SDA yang melimpah. "Tapi kaya SDA saja, kaya sumber daya alam saja tidak cukup. Jadi pemilik juga, jadi pemilik saja juga tidak cukup. Karena itu akan membuat kita menjadi bangsa pemalas yang hanya menjual bahan mentah kekayaannya tanpa ada nilai tambah, tanpa ada keberlanjutan.Saya ingin tegaskan, Indonesia tidak boleh seperti itu," tuturnya.

Oleh karena itu, pemerintah kata Presiden Jokowi terus mendorong hilirisasi industri. Selain bisa memberikan nilai tambah secara ekonomi, juga akan ada transfer teknologi, serta meminimalkan dampak lingkungan. "Ini bisa kita lakukan melalui hilirisasi yang sudah ratusan kali saya sampaikan, puluhan kali saya sampaikan. Hilirisasi yang ingin kita lakukan adalah hilirisasi yang melakukan transfer teknologi, yang memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan, serta meminimalisir dampak lingkungan," pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *