Masker Wajib Dipakai Saat Sakit Saluran Pernapasan!

Profesor bidang Pulmonologi & Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, masker tetap wajib dikenakan saat sakit saluran pernafasan. Karena itu, pemerintah masih perlu mensosialisasikan pentingnya penggunaan masker di masyarakat. Meski kini, sudah ditetapkan kebijakan pelonggaran masker.

"Sebaiknya ada upaya penyuluhan kesehatan ke publik agar masyarakat sadar 3 hal tentang masker. Kalau sedang sakit di saluran pernapasan jenis apapun maka baiknya pakai masker untuk tidak menulari orang lain," katanya kepada wartawan, Senin (12/6/2023). Selain itu masker juga wajib dikenakan ketika masuk ruangan yang berisiko tertular penyakit yang menular lewat udara. "Juga kalau daerah kita sedang polusi udara berat maka baik juga pakai masker," urai Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Mantan Kabalitbangkes ini.

Usai Pelatihan di LPK Gewel Batam, Pemko Pariaman Kirim 4 Orang Tenaga Kerja ke Korea Selatan Kendalikan Harga Bawang di Banjarmasin, Pemko Kerjasama dengan Brebes Banjarmasinpost.co.id 185 ASN di Batanghari Mengajukan Pensiun, Terbanyak Tenaga Guru

Diadukan Kades se Kecamatan, Eddy Saputra Siregar Kini Dipindahtugaskan ke Dinas Perikanan Halaman all Rencana Penghapusan Tenaga Honorer di Penajam Paser Utara Hyundai Palisade Dapat Fitur Baru, Harga mulai Rp 885,5 Juta

BREAKING NEWS: Anies Baswedan Diadukan ke Bareskrim Polri Buntut Gunakan Akronim %27Amin%27 Selain itu, promosi terkait menjaga kesehatan juga tetap diprioritaskan. Seperti melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, lakukan juga cek kesehatan berkala serta ada keluhan kesehatan jangan diabaikan.

"Pola hidup kita harus lebih baik dan lebih sehat di hari kini dan mendatang," harap Prof Tjandra. Ia mengatakan, pada dasarnya terkait masker hampir semua negara di dunia memang sudah lama melonggarkan kebijakan. Saat ke luar negeri memang tidak ada lagi kewajiban pakai masker.

"Jadi kalau sekarang Indonesia melakukan kebijakan serupa negara negara lain maka tentu dapat dimengerti," ungkap Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *