PAFI Kota Pemalang: Perbedaannya Ahli Farmasi dan Apoteker

Di masyarakat ada beberapa profesi yang membuat orang awam bingung. Salah satunya profesi ahli farmasi (tenaga teknis kefarmasian) dan apoteker. Ada banyak orang yang menganggap ahli farmasi dan apoteker ini sama, nyatanya keduanya berbeda. Dibawah ini kami akan membahas mengenai profesi ahli farmasi dan apoteker.

Perbedaan Ahli Farmasi dan Apoteker

Bidang pekerjaan ahli farmasi juga apoteker memang sama-sama berhubungan dengan obat-obatan. Namun, sebenarnya apoteker dan ahli farmasi merupakan dua profesi yang berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan ahli farmasi dan apoteker.

Pengertian

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2017 mengenai Apotek menyebutkan pengertian apoteker dan tenaga teknis kefarmasian, tepatnya pada Pasal 1. Apoteker adalah sarjana farmasi yang lulus sebagai apoteker dan sudah mengucapkan sumpah jabatan sebagai apoteker. Sedangkan tenaga teknis kefarmasian merupakan tenaga yang membantu apoteker untuk menjalankan pekerjaan kefarmasian, terdiri dari sarjana farmasi, ahli madya farmasi, dan analis farmasi.

Pendidikan

Pendidikan yang harus ditempuh oleh apoteker dan ahli farmasi juga berbeda. Untuk menjadi apoteker, maka harus menyelesaikan pendidikan S1 Jurusan Farmasi. Sesudah itu, dilanjutkan dengan menempuh Pendidikan Profesi Apoteker. Setelah menyelesaikan pendidikan profesi dan mengambil sumpah profesi, baru bisa disebut sebagai apoteker.

Sedangkan untuk menjadi ahli farmasi yang juga disebut sebagai tenaga teknis kefarmasian, harus menyelesaikan pendidikan D3 Farmasi atau S1 Farmasi, namun tidak mengambil program profesi.

Surat izin praktik

Untuk bisa menjalankan praktik, apoteker dan ahli farmasi sama-sama memerlukan surat izin yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah kota/kabupaten. Untuk apoteker Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA), sementara untuk ahli farmasi Surat Izin Praktik Tenaga Teknis Kefarmasian (SIPTTK).

Organisasi profesi

Di Indonesia, apoteker bergabung pada suatu organisasi profesi, yaitu Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Untuk ahli farmasi mempunyai organisasi sendiri, yaitu Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).

PAFI Kota Pemalang

Menurut sejarahnya, PAFI terbentuk lebih dulu daripada IAI. Hal ini karena profesi asisten apoteker sudah ada sejak zaman Belanda. Di masa penjajahan, profesi apoteker hanya boleh dipegang oleh orang-orang Eropa. Orang pribumi hanya menjadi asisten saja. Pendidikan di bidang obat-obatan ini didapat dari tempatnya bekerja.

Setelah Indonesia merdeka, baru terbuka pendidikan apoteker untuk orang Indonesia. PAFI resmi dibentuk di Yogyakarta tanggal 13 Februari 1946. Dalam perkembangannya, PAFI mempunyai cabang di berbagai kota di Indonesia. Salah satunya adalah di Kota Pemalang.

Sesuai dengan tujuan PAFI dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, PAFI Kota Pemalang aktif melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh PAFI Kota Pemalang antara lain adalah:

  • Bersama BPOM melakukan seminar untuk meningkatkan kompetensi tenaga teknis kefarmasian.
  • Mengadakan pelatihan pengelolaan obat supaya para ahli farmasi bisa mengelola obat dengan benar dan sesuai dengan standar.
  • Mengadakan pelatihan pelayanan farmasi klinik supaya bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.
  • Mengadakan workshop penggunaan teknologi dalam dunia farmasi, misalnya pada aplikasi farmasi digital dan sistem informasi manajemen farmasi.
  • Seminar di bidang farmasi juga kesehatan yang menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri.
  • Mengadakan konferensi untuk menyampaikan hasil dari penelitian di bidang farmasi.
  • Melakukan penyuluhan kesehatan dan obat-obatan kepada masyarakat umum.
  • Pemeriksaan kesehatan secara gratis, termasuk di kawasan yang sulit dijangkau oleh layanan kesehatan.

Kehadiran PAFI di berbagai kota di Indonesia, termasuk pafikotapemalang.org, sangat bermanfaat untuk mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan dan obat-obatan.  Dengan begitu, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat juga akan semakin meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *